Gila. Hanya kata itu yang terigang terus dan terus di kepalaku. Cewek secantik Bunga. Ya ampun….. Rupa bak Angelina Jolie, tapi… gak kuat dech kalau ingat waktu dia melambaikan tangan kanannya. Atau mungkin Bunga ga sadar kalau dia mengenakan kemeja yang lengannya rada pendek. Aku serasa tak percaya dengan semua itu. Ternyata…, ach..sudahlah pikiran itu harus kubuang jauh-jauh.
Malam ini aku akan berbaring. Lagi-lagi aku teringat saat Bunga melambaikan tangannya siang tadi. Hampir saja bakso yang ada dimulutku keluar karena aku mau muntah. Aku benar-benar ga nyangka. Apa benar itu ????? ach…atau mungkin aku yang salah lihat kali. Batinku mulai berkecamuk sendiri. Kali itu kombinasi dari kemejanya. Fashion terbaru kali ya. Batinku lagi. Karena impossible banget untuk gadis secantik Bunga. Atau ..yah besok. Besok aku harus menyelidiki kebenarannya.
Aku melangkahkan kakiku untuk mencari sang target yang tak lain adalah Bunga. Yang telah membuat aku tak tertidur hanya karena memikirkannya. Aku harus tahu hari ini. Aku harus mendapatkan jawabnya. Aku mempercepat langkahku menuju taman baca dimana Bunga dan teman-temannya biasa nongkrong. Yah aku melihatnya ada disana diantara teman-temannya. Gila. Kali ini Bunga mengenakan lengan panjang. Bagaimana mungkin aku boleh tahu jawabannya. Aduh lagi-lagi aku harus tersiksa tak dapat tidur karena memikirkannya. Lagi-lagi aku ga bisa tenang. Achh…aku harus mencari tahu. Tapi gimana ya caranya? Aku mulai berpikir untuk segera mencari tahu kebenarannya. Hehehe seperti H2C aja. Ya aku akan mendekati Mirna. Sahabat terdekatnya. Aku akan cari tahu dari dia. Aku mulai lega tapi tetap saja aku tak bisa tidur. Sejumlah pertanyaan selalu berkecamuk. Pantasan kemarin waktu ada pemungutan suara untuk pemilihan seksi humas. Bagi yang setuju ajungkan tangan. Dia tidak mengajungkan tangannya. Aku pikir dia abstain. Tetapi..oh aku telah menemukan satu fakta. Aku harus menyelesaikan ini secepatnya. Aku mulai bersemangat. Seolah mendapat titik terang.
Mirna. Panggilku dengan antusias. Mirna menghentikan langkahnya dan tersenyum padaku. Aku meminta waktunya. Mirna bersedia dan aku tak mau menbuang kesempatan emas ini. Langsung kuajak Mirna ke kantin dan aku becanda terlebih dahulu sebelum langsung ke pokok pembicaraan. Aku mulai berpikir bagaimana ya caranya agar aku bisa bertanya mengenai apa yang selama ini membuat aku tak tenang. Oh ya…aku mulai berbicara mengenai kesehatan. Bahwa wanita itu rentan terkena kanker payu udara karena terlalu sering mencukur habis bulu keteknya. Mengakibatkan pori-pori terbuka dan mempermudah kotoran masuk kepori-pori tersebut. Aku berusaha menjelaskan hingga akhirnya aku bertanya. Yah bertanya konyol tentang Bunga. Akhirnya Mirna mengerti maksudku. Mirna tertawa ngakak sambil memegang perutnya. Beberapa mata melihat kearah kami. Aku ngerti sekarang. Kata Mirna. Ternyata kamu ingin tahu mengenai Bunga. Tambahnya lagi tapi tetap masih menahan tawa. Iya memang benar dia memelihara bulu keteknya. Katanya dengan santai. Ya ampun keterlaluan…pacarku ternyata????!!!!. Aku segera beranjak menuju ruang kuliah Bunga dengan meninggalkan Mirna yang masih tertawa geli melihat perubahan di wajah ku.
Bunga tersenyum manis kepada ku. Ya ampun pacarku yang manis…aku sungguh-sungguh tak menyangka kalau ternyata kamu pemelihara bulu ketek. Ada apa sayang???. Tanyanya kepada ku. Aku memperhatikan pakaiannya. Yah kemeja berlengan pendek. Aku segera ingin membuktikan secara langsung. Aku mengajukan persyaratan padanya. Bunga kalau kamu benar-benar cinta padaku tolong ajungkan kedua tangan mu keatas. Pintaku. Hah..Bunga terkejut apa kaitannya cinta dengan mengajungkan tangan. Pikir Bunga. Aku tetap bersikeras betapa egonya aku. Aku melihat tak ada reaksi Bunga. Aku mencoba membalikkan tubuh ku. Ternyata dia benar-benar mencintaiku. Ia mengajungkan kedua tangannya. Ya..ampun aku melihat bulu-bulu keriting itu nyembul keluar dari lengan kemejanya yang pendek. Aku hampir tertawa tapi tak tega melihat muka Bunga yang memerah karena malu. Aku segera mendekat kepadanya dan memeluknya” Aku juga sayang ma kamu…tapi tolong bulu keteknya dicukur ya”. Kataku berbisik lembut ditelinganya sambil berlalu. Aku pergi sambil mengedipkan sebelah mataku kepadanya. Oh…akhirnya terungkap sudah. Aku sudah boleh tidur dengan tenang sekarang. Ternyata seorang Miss Kampus ku sekaligus pacarku memelihara bulu ketek. Tapi aku tetap sayang padamu meskipun dirimu sang pemelihara bulu ketek. (hehehhehe) S e l e s a i
"
kadang kita tertipu dengan keindahan yang kita lihat...
"
by bunda_ery
Malam ini aku akan berbaring. Lagi-lagi aku teringat saat Bunga melambaikan tangannya siang tadi. Hampir saja bakso yang ada dimulutku keluar karena aku mau muntah. Aku benar-benar ga nyangka. Apa benar itu ????? ach…atau mungkin aku yang salah lihat kali. Batinku mulai berkecamuk sendiri. Kali itu kombinasi dari kemejanya. Fashion terbaru kali ya. Batinku lagi. Karena impossible banget untuk gadis secantik Bunga. Atau ..yah besok. Besok aku harus menyelidiki kebenarannya.
Aku melangkahkan kakiku untuk mencari sang target yang tak lain adalah Bunga. Yang telah membuat aku tak tertidur hanya karena memikirkannya. Aku harus tahu hari ini. Aku harus mendapatkan jawabnya. Aku mempercepat langkahku menuju taman baca dimana Bunga dan teman-temannya biasa nongkrong. Yah aku melihatnya ada disana diantara teman-temannya. Gila. Kali ini Bunga mengenakan lengan panjang. Bagaimana mungkin aku boleh tahu jawabannya. Aduh lagi-lagi aku harus tersiksa tak dapat tidur karena memikirkannya. Lagi-lagi aku ga bisa tenang. Achh…aku harus mencari tahu. Tapi gimana ya caranya? Aku mulai berpikir untuk segera mencari tahu kebenarannya. Hehehe seperti H2C aja. Ya aku akan mendekati Mirna. Sahabat terdekatnya. Aku akan cari tahu dari dia. Aku mulai lega tapi tetap saja aku tak bisa tidur. Sejumlah pertanyaan selalu berkecamuk. Pantasan kemarin waktu ada pemungutan suara untuk pemilihan seksi humas. Bagi yang setuju ajungkan tangan. Dia tidak mengajungkan tangannya. Aku pikir dia abstain. Tetapi..oh aku telah menemukan satu fakta. Aku harus menyelesaikan ini secepatnya. Aku mulai bersemangat. Seolah mendapat titik terang.
Mirna. Panggilku dengan antusias. Mirna menghentikan langkahnya dan tersenyum padaku. Aku meminta waktunya. Mirna bersedia dan aku tak mau menbuang kesempatan emas ini. Langsung kuajak Mirna ke kantin dan aku becanda terlebih dahulu sebelum langsung ke pokok pembicaraan. Aku mulai berpikir bagaimana ya caranya agar aku bisa bertanya mengenai apa yang selama ini membuat aku tak tenang. Oh ya…aku mulai berbicara mengenai kesehatan. Bahwa wanita itu rentan terkena kanker payu udara karena terlalu sering mencukur habis bulu keteknya. Mengakibatkan pori-pori terbuka dan mempermudah kotoran masuk kepori-pori tersebut. Aku berusaha menjelaskan hingga akhirnya aku bertanya. Yah bertanya konyol tentang Bunga. Akhirnya Mirna mengerti maksudku. Mirna tertawa ngakak sambil memegang perutnya. Beberapa mata melihat kearah kami. Aku ngerti sekarang. Kata Mirna. Ternyata kamu ingin tahu mengenai Bunga. Tambahnya lagi tapi tetap masih menahan tawa. Iya memang benar dia memelihara bulu keteknya. Katanya dengan santai. Ya ampun keterlaluan…pacarku ternyata????!!!!. Aku segera beranjak menuju ruang kuliah Bunga dengan meninggalkan Mirna yang masih tertawa geli melihat perubahan di wajah ku.
Bunga tersenyum manis kepada ku. Ya ampun pacarku yang manis…aku sungguh-sungguh tak menyangka kalau ternyata kamu pemelihara bulu ketek. Ada apa sayang???. Tanyanya kepada ku. Aku memperhatikan pakaiannya. Yah kemeja berlengan pendek. Aku segera ingin membuktikan secara langsung. Aku mengajukan persyaratan padanya. Bunga kalau kamu benar-benar cinta padaku tolong ajungkan kedua tangan mu keatas. Pintaku. Hah..Bunga terkejut apa kaitannya cinta dengan mengajungkan tangan. Pikir Bunga. Aku tetap bersikeras betapa egonya aku. Aku melihat tak ada reaksi Bunga. Aku mencoba membalikkan tubuh ku. Ternyata dia benar-benar mencintaiku. Ia mengajungkan kedua tangannya. Ya..ampun aku melihat bulu-bulu keriting itu nyembul keluar dari lengan kemejanya yang pendek. Aku hampir tertawa tapi tak tega melihat muka Bunga yang memerah karena malu. Aku segera mendekat kepadanya dan memeluknya” Aku juga sayang ma kamu…tapi tolong bulu keteknya dicukur ya”. Kataku berbisik lembut ditelinganya sambil berlalu. Aku pergi sambil mengedipkan sebelah mataku kepadanya. Oh…akhirnya terungkap sudah. Aku sudah boleh tidur dengan tenang sekarang. Ternyata seorang Miss Kampus ku sekaligus pacarku memelihara bulu ketek. Tapi aku tetap sayang padamu meskipun dirimu sang pemelihara bulu ketek. (hehehhehe) S e l e s a i
"
kadang kita tertipu dengan keindahan yang kita lihat...
"
by bunda_ery




0 comments:
Posting Komentar
silakan memberi komentar tapi jangan spam ya...brooo